April telah tiba, menandakan musim gugur telah tiba. Ini adalah hari pertama Shin Ji Yeon - gadis cantik yang baru saja menyelesaikan kuliah jurusan bisnis manajemen di usianya yg baru menginjak 22 tahun - masuk kerja, semasa di kampus karena prestasi akademiknya yang cukup tinggi membuatnya ditawari beberapa perusahaan dari yang kecil hingga menengah atas untuk bekerja dengan mereka. Dari semua itu, Ji Yeon memilih Daekhan Company, perusahaan yang bergerak di bidang home shopping.
"Ji Yeon, tunggu!" panggil ibunya ketika Ji Yeon baru saja mau membuka pintu rumah
"Maaf, Bu aku buru - buru, aku tidak mau hari pertama masuk sudah terlambat" jelasnya sambil memakai sepatunya terburu - buru.
"Kamu lupa untuk membawa ini" ucap ibunya sambil memberikan sebuah kalung bertalikan perak dengan berbandulkan sebuah hati merah.
"Kamu tahu kan, ini adalah hadiah dari ayahmu untuk terakhir kalinya" lanjut ibunya seraya meletakkan kalung tersebut di telapak tangan Ji Yeon.
Ji Yeon pun memandang kalung amanah ayahnya sebelum meninggal karena kecelakaan dua tahun lalu, kemudian berganti memandang ibunya yang sekarang sedang tersenyum sambil membelai lembut wajah putrinya itu.
Setelah berpamitan dengan ibunya, dia pun buru - buru mengejar bis menuju kantor. Selama kurang lebih 30 menit akhirnya dia pun sampai. Karena hari pertamanya, gadis yang dikenal ceria dan terbuka oleh teman - teman kampusnya bahkan tetangganya juga mengalami yang namanya panas dingin bertemu dengan orang baru, lingkungan baru dan pekerjaan yang belum pernah dia pikirkan sekalipun.
Sesampainya di pintu masuk, petugas keamanan pun menyambutnya sambil tersenyum begitu pula resepsionis yang dia temui.
"Selamat pagi, saya Shin Ji Yeon karyawan baru. Ini hari pertama saya"
"Selamat pagi dan selamat datang. Karyawan baru ya? Langsung saja temui Manager Kang di lantai 5."
"Baik. Terima kasih"
Ji Yeon pun bergegas menuju lift dan dengan cepat menekan angka 5. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan sang manajer dan mengetahui dia akan bekerja di bidang apa.
Selepas Ji Yeon pergi, beberapa karyawan yang baru datang bahkan yang ada di sekitar front desk segera mengerumuni resepsionis dan menanyakan Ji Yeon.
"Siapa dia?" tanya seorang wanita yang juga karyawan di kantor itu kepada resepsionis.
"Oh dia, namanya Shin Ji Yeon karyawan baru"
"Akh..jadi dia? karyawan yang direkrut langsung oleh direktur?" tukas karyawan yang lain
"rekrut langsung?" tanya wanita yang bertanya kepada resepsionis diawal tadi
"Jadi kalian belum dengar sama sekali tentang berita itu? Berita bahwa direktur secara langsung merekrut seorang karyawan tanpa tes sama sekali ketika dia berkunjung ke salah satu kampus,,,akh aku lupa nama kampusnya"
"Hmm...dia benar - benar beruntung."
"Percuma jika dia tidak mampu untuk bekerja" ucap sang wanita pertama dengan ketus kemudian menyusul Ji Yeon yang masuk lift beberapa menit yang lalu.
Lift pun berhenti tepat di lantai 5, Ji Yeon keluar dan mencari ruang kerja Manager Kang. Dia pun bertanya kepada salah satu karyawati yang duduk dekat pintu masuk ruangan. Dia pun melangkah ke ruangan yang ditunjuk karywati tersebut.
Tok ! tok ! tok!
"Ya, silahkan masuk"
"Selamat pagi"
"Pagi. Ada yang bisa saya bantu?"
"Maaf, jika menganggu manager. Izinkan saya memperkenalkan diri nama saya Shin Ji Yeon,..."
"Shin Ji Yeon ? Oh,,,mahasiswi cerdas yang diceritakan oleh direktur Lee."
"Maaf.."
"Haha....direktur sudah menceritakan semuanya tentang dirimu dan bagaimana prestasimu, untuk itu Kami memutuskanmu untuk menjabat Asisten Kepala Pelaksana Lapangan"
"Asisten Kepala Pelaksana La...pangan? Ha, apa anda tidak berlebihan saya cuma lulusan mahasiswi yang mungkin tidak ada apa-apanya dibanding mereka yang bekerja lama di sini"
"Jangan merendah, mereka yang bekerja disini hanya sedikit yang seperti dirimu"
Tidak tahu harus berkata apa, Ji Yeon hanya bisa senang menerima pekerjaan yang tidak dia kira akan dia dapatkan di pekerjaan pertamanya itu. Kemudian dia sadar kalau seperti ini tidak sedikit rekan kerjanya kelak yang bisa menerimanya, seorang baru yang masuk karena koneksi, masuk tanpa test, dan duduk di bangku asisten. Sungguh itu semua adalah alasan utama untuk membenci dirinya.
Manager Kang membawa Ji Yeon ke ruang kerjanya, disana dia diperkenalkan kepada Kepala Pelaksana Lapangan dan karyawan lainnya. Kepala Pelaksana Lapangan tidak lain adalah wanita yang menanyakan Ji Yeon di resepsionis tadi pagi.
"Asisten Shin, perkenalkan ini Kepala Pelaksana Kegiatan yang juga bos mu, Han Hye Rim. Semua orang memanggilnya Kepala Han"
"Apa kabar? Perkenalkan aku Shin Ji Yeon, mohon bimbingannya."
"Ada apa ini? Apa direktur tua bangka itu sudah tidak bisa mencari jalan lain untuk merekrut karyawan sampai harus memungut mahasiswi yang belum punya pengalaman apa - apa?"
"Kepala Han, jangan begitu. Direktur tidak mungkin asal memilih."
"Kita lihat saja apakah dia memang sesuai dengan perusahaan ini atau tidak"
"Maaf, tapi apa boleh saya berbicara?" tanya Ji Yeon tiba - tiba, semua orang pun memandangnya, bukan apa - apa tapi karena nada bicaranya yang sama sekali tidak gugup dengan kata lain dia mengucapkannya dengan sangat lantang.
"Baik, karena semua orang disini diam ku anggap itu adalah ya. Saya minta maaf jika mengatakan ini tapi saya sama sekali tidak kenal dengan Kepala Han, Manager Kang maupun Direktur Lee yang menerima saya bekerja disini. Tapi karena saya mendapat promosi untuk disini kenapa tidak saya coba untuk menjalaninya? hmm..saya ingin bertanya kepada Kepala Han, jika anda belum bekerja dan ada seseorang yang paling berpengaruh datang menemui anda meminta anda untuk bekerja di perusahaan anda jangan bilang kalau anda akan menolaknya. Pengalaman itu dicari bukan muncul dengan sendirinya" tutur Ji Yeon yang sangat mencengangkan semua orang diruangan itu, termasuk Kepala Han. Tapi bagi dia ini bukanlah sebuah penjelasan melainkan tantangan dari orang baru yang masih anak kecil.
Melihat semua orang begitu terpesona dengan ucapan Ji Yeon, Kepala Han tanpa permisi menuju ruang kerjanya meninggalkan Ji Yeon yang menunjukkan wajah kesalnya kepada Hye Rim.
"Direktur memang benar, kamu adalah orang yang bisa diperhitungkan."
Setelah mendapat meja kerja dan Manager Kang kembali ke mejanya begitupun Kepala Han yang tengah sibuk dengan tumpukan deadline, kini para karyawan yang berada di ruang yang sama dengannya asyik mengerumuninya dan bertanya ini dan itu. Mereka pun saling bercengkrama hingga akhirnya kumpulan tersebut bubar karena suara pintu dari ruangan Kepala.
Karena belum tahu apa - apa, Ji Yeon pun berkeliling gedung perkantoran. Dari satu lantai ke lantai yang lain, hingga akhirnya dia berhenti di lantai 10 yang sepertinya merupakan ruang meeting dengan kapasitas cukup besar. Tapi ruang tersebut terlihat sedikit kacau dengan banyaknya plester di kaca, dinding serta plafon. Hal ini dikarenakan ruang tersebut sedang direnovasi. Tapi meski begitu dia pun tetap memutuskan untuk masuk lebih dalam ke ruang meeting dan tiba - tiba saja tanpa sengaja sebuah benda berwarna putih yang datang dari plafon jatuh dan menimpanya. Karena hantaman yang sangat berat kepalanya pun terhunyung - hunyung dan dalam hitungan detik dia sudah jatuh terbaring di atas lantai dengan darah yang mulai mengalir perlahan dari kepalanya. Dalam keadaan setengah sadar dia melihat seseorang yang mendatanginya dan langsung menggendongnya. Akhirnya dia pun jatuh pingsan.
.............................................................................

No comments:
Post a Comment